Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2019

Separuh tengokan

Awan gelap, hujan deras Di iringi gemuruh petir serasa menyambar tiap sudut kota Angin terus goyahkan pohon hingga daun jatuh berguguran Suasana begitu mencekam Berdiri sendiri ditengah hutan Tidak seorang pun menemani Hanya teriakan hewan Dan terdengar langkah kaki menggerus daun kering di atas tanah Suasana begitu mencekam Namun, suasana seperti itu tidak semencekam malam ini Malam begitu larut Mencambukku Menamparku Menyadarkanku Bahwa kamu belum menjadi manusia seutuhnya

Yakin

Bukan dirinya tidak sopan Ini hanya sebuah cara yang dia fikir baik Tapi jika memang ini salah, tolong maafkan dia Dia hanya ingin terus melihat kalian bahagia dengan caranya Beri dia kesempatan untuk berucap Menjelaskan dengan segala maksud yang dia punya Jangan biarkan dia diam Karna sebuah kesalahpahaman tidak akan selesai bila didiamkan Kasihan pula dirinya Baru saja menanam bibit Menuangkan segelas air Demi melihat tumbuhnya tanaman itu Belum sampai tanaman itu tumbuh besar dan subur Batang kecilnya sudah lenyap dicabut Karna dianggap tidak akan bermanfaat Tapi, dirinya bukan pengecut yang mudah menyerah Dirinya tetap menegakkan kepala dengan pandangan penuh keyakinan Bila tiba waktunya nanti, dirinya akan menghampiri mereka Mengatakan jika tanaman ini tetap akan tumbuh, dan abadi

Harus Tau Arah

Kesempatan untuk hidup hanya sekali Dalam hidup, banyak drama tercipta Berbagai episode pun muncul, Mulai dari bahagia dengan tawa serta senyum bahagia, Sampai ada yang meneteskan airmata akibat duka dan luka Kita tidak bisa menentukan, bahkan menerka apa yang akan terjadi pun sulit Pembentukan karakter yang katanya dipengaruhi oleh faktor keturunan juga tidak menjamin seperti apa sifat dan sikap ini Sewaktu-waktu, selalu akan ada perubahan, disengaja atau pun tanpa disengaja Segala bentuk perubahan, bukan sebuah takdir yang tidak mampu di ubah Tidak ada orang yang mau ditakdirkan menjadi seorang penjahat Diri orang itu yang harus mampu menahkodai kemana dirinya akan berlayar, menuju sebuah pulau dengan berbagai kebaikan atau terombang-ambing dilaut lepas dan tidak mampu menentukan kemana kapal akan disandarkan 

Proses

Pagi ini, Dia hadir,  Tak tau apa apa  Tak juga mengenal siapa siapa  Tapi, dia mampu hadirkan segalanya  Canda, tawa, suka, bahagia  Saat siang datang,  Dia belajar Belajar mengenal siapa dirinya  Hal apa yang diembannya  Siapa yang layak di kenalinya  Ketika matahari tenggelam,  Dia tau dirinya siapa  Tugas apa yang harus diselesaikannya  Sampai pada nantinya, ada orang yang butuh dirinya untuk hidup berdampingan dengannya  Menuju esok,  Di hampirinya oleh sesosok anak manusia yang dianggap sebagai pelengkap hidupnya