Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2019

Bahagialah

Tiap waktu aku merasa bahagia Kesenangan selalu menghampiriku Seperti tak ada habisnya aku tertawa Seakan tak mengenal sedih yang menimbulkan airmata Hari ini aku sadar Senang, bahagia, dan tertawanya aku, belum tentu menjadi rasa yang sama baginya Justru, kebahagianku menjadi pembatas bagi dirinya Kesenangkanku mengundang petaka untuknya Mencegah kebahagiaan yang diharapkannya Menutup ruang bagi dirinya untuk tertawa Hingga akhirnya mengajarkan dia terus lupa, bahwa ada aku yang ingin bahagia bersamanya Sekarang, aku akan coba menjadi dirinya Terus berusaha tersenyum Membiarkan dirinya tertawa Sampai tak ada lagi batasan baginya untuk bahagia

Imitasi

Seperti kontestasi Aku diberikan peluang untuk menjadi seorang pemenang Terus dibekali taji juga mimpi yang seolah tidak sulit untuk ku dapati Ku kira jalanku tak sulit, tak banyak halang lintang Karna sebegitu hebat tiap semangat yang dikucurkan, Seakan akulah yang keluar menjadi juara Sampai mampu membakar emosi dalam jiwa Tetapi, Tiba-tiba aku berfikir, kalau memang sudah aku yang layak dan pantas menjadi juara, Memangnya siapa lawanku? Lantas mengapa aku perlu berada dalam kompetisi ini? Bukankah kalau memang aku yang diinginkan, tak perlu rasanya mencari sebuah tandingan? Sungguh membuatku penasaran Ternayata, benar saja Aku tidak boleh senang apalagi bangga Karna bukan aku yang sudah dipastikan juara Melainkan itu hanya caranya agar aku tetap ada dan tidak pergi kemana-mana Namun, Mengapa demikian? Coba terus ku telusuri Akhirnya aku menemukan fakta yang membuatku tau Ada yang akan dipilih dan akan ada yang tereliminasi Huft, ...

Salah Aku, Kamu, atau Waktu?

Bertemu Tidak ada manusia yang mampu memastikan dengan siapa dirinya akan bertemu Kapan akan bertemu Lalu dimanakah tempatnya akan bertemu Dan, memang sengaja diinginkan atau tidak pertemuan itu Mereka pun tak tahu, seberapa lama pertemuan itu akan berlangsung Setiap pertemuan, tentu akan menghasilkan sebuah keputusan Keputusan ini dapat menentukan, akan kah ada pertemuan lanjutan atau cukup berhenti sampai disitu Kita Iya, antara kamu dan aku Sedikit pun tak pernah tau akan bertemu Siapa dirimu, kapan kita bertemu, dimana, dan jelas tidak sengaja ketika ini menjadi pertemuan pertama Kita juga tak menyangka berapa lama waktu yang akan kita butuhkan dalam pertemuan kali ini Dan, bagaimana setelah pertemuan itu Kita tidak bisa memastikan apakah ini menjad awal pertemuan Atau memang hanya saat ini kita dapat bertemu Waktu Ternyata, aku dan kamu punya banyak waktu untuk pertemuan itu Saling menyempatkan walau dihadapkan dengan jadwal yang tak lo...

Tulisan untuk Mas Kumis

Sosokmu tentu tak asing ditelinga penggila sepakbola tanahair Berseragam merahputih, dengan lambang garuda didada sejak usia belia, bukanlah hal yang mudah Tak heran banyak golongan menjadikanmu sosok idola Segudang prestasi telah kau raih Namun tetap tak menjadikan dirimu tinggihati Kau tetap menjunjung tinggi sikap rendahhati Itu sudah kau buktikan dan dapat dilihat dengan mata, didengar dengan telinga Tiap namamu disebut sebelum laga mulai, penonton bersorak Kau berdiri dipinggir lapangan sambil bersiap, penonton semakin riuh, Hingga pada saat kau pijakan kakimu diatas lapangan, sontak gemuruh tepuktangan seraya menyebut namamu menjadi satu Dimanapun dan siapapun lawan yang kau hadapi Bukan hanya dikalangan supporter Bahkan dirimu menjadi idola diantara teman seprofesi Terlebih bagi pemain muda masa depan yang dimiliki bangsa ini Berada diposisimu tentu siapapun mau Banyak uang, punya nama besar, dan tak henti tawaran datang Tapi tak nampak kesombonganmu Kau tak...