Salah Aku, Kamu, atau Waktu?



Bertemu
Tidak ada manusia yang mampu memastikan dengan siapa dirinya akan bertemu
Kapan akan bertemu
Lalu dimanakah tempatnya akan bertemu
Dan, memang sengaja diinginkan atau tidak pertemuan itu
Mereka pun tak tahu, seberapa lama pertemuan itu akan berlangsung
Setiap pertemuan, tentu akan menghasilkan sebuah keputusan
Keputusan ini dapat menentukan, akan kah ada pertemuan lanjutan atau cukup berhenti sampai disitu

Kita
Iya, antara kamu dan aku
Sedikit pun tak pernah tau akan bertemu
Siapa dirimu, kapan kita bertemu, dimana, dan jelas tidak sengaja ketika ini menjadi pertemuan pertama
Kita juga tak menyangka berapa lama waktu yang akan kita butuhkan dalam pertemuan kali ini
Dan, bagaimana setelah pertemuan itu
Kita tidak bisa memastikan apakah ini menjad awal pertemuan
Atau memang hanya saat ini kita dapat bertemu

Waktu
Ternyata, aku dan kamu punya banyak waktu untuk pertemuan itu
Saling menyempatkan walau dihadapkan dengan jadwal yang tak longgar
Terkesan memaksakan namun alih-alih menyempatkan
Semua dilakukan karna sebuah keinginan untuk mengenal jauh lebih dalam
Kala itu
Aku tak tau bagaimana kamu,
Begitupun kamu, tak pernah tau bagaimana aku
Hanya masing-masing kita memikirkan sesuatu yang baik untukmu juga untukku

Namun
Ternyata tidak boleh rasanya langsung menyatakan bahwa semua baik
Semua tak pantas dinyatakan karna belum ada waktu yang cukup lama untuk saling mengenal
Tempo sangatlah penting dalam mengenal dan mengetahui, belum sampai pada fase memahami,
Jangan dulu bicara terlalu jauh seolah sudah saling bersama dalam waktu yang lama

Akhirnya
Durasi yang tak begitu lama akan memberikan hasil yang juga sebentar
Pertemuan yang selalu mencoba diindahkan bahkan hasilnya jadi berlawanan
Rencana baik yang diniatkan seketika berbuah sebuah kehancuran
Sedih, sakit, kecewa, murka, melebur dalam sebuah lingkaran penyesalan
Akan tetapi, siapa yang mau disalahkan?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pilihan

Menjelang Fajar

Yakin