hei tuan putri hampir tiap hari harapanku ingin tahu kabarmu sedang sibuk apa dirimu hanya saja aku ragu untuk menanyakan itu sebab aku tak mau dianggap mengganggu awal mula aku mengira ini rasa kagum yang aku punya semenjak jumpa pertama melihatmu tersenyum manja bibir merekah, pipi memerah kadang dua bola matamu hampir tertutup saat kau riang tertawa andai di analogikan bunga jadi pilihan tepat dalam menggambarkan dirimu kala tersenyum rasa ingin memetik, tangan enggan menggapai, mungkin belum saatnya aku mau kala kau ku petik, sudah ada pupuk serta vas bunga untukmu sehingga bisa setiap hari aku sirami dan aku pandangi aku tidak mungkin dusta ini tentu nyata memang dirimu bagus rupa wahai tuan putri penyerupa bunga yang cantik jelita