Risau

hei tuan putri

hampir tiap hari harapanku ingin tahu kabarmu

sedang sibuk apa dirimu


hanya saja aku ragu untuk menanyakan itu


sebab aku tak mau dianggap mengganggu


awal mula aku mengira ini rasa kagum yang aku punya


semenjak jumpa pertama melihatmu tersenyum manja


bibir merekah, pipi memerah


kadang dua bola matamu hampir tertutup saat kau riang tertawa


andai di analogikan


bunga jadi pilihan tepat dalam menggambarkan dirimu kala tersenyum


rasa ingin memetik, tangan enggan menggapai, mungkin belum saatnya


aku mau kala kau ku petik, sudah ada pupuk serta vas bunga untukmu


sehingga bisa setiap hari aku sirami dan aku pandangi


aku tidak mungkin dusta


ini tentu nyata


memang dirimu bagus rupa


wahai tuan putri penyerupa bunga yang cantik jelita

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pilihan

Menjelang Fajar

Yakin