Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Terlambat

ku mengira ikatan itu sudah kencang ku merasa tak seorang pun dapat membuka kecuali aku hanya saja aku lupa sekuat apa pun simpul yang ku buat lalu setebal apa pun tali pengikat pada akhirnya akan rapuh juga andai ku tak ceroboh ikatan itu tetap ada hingga kini dan juga tak kan ada cerita ini

Ajaib

muncul tanpa permisi  pergi sulit kembali maksud apa yang terkandung sampai membuat aku linglung entah bagaimana pola pikirnya sering membuat geleng kepala datang penuh gelak tawa seolah tak ada sedih terasa sangat menarik sampai orang tertarik tapi setelah itu cepat juga berlalu

Risau

hei tuan putri hampir tiap hari harapanku ingin tahu kabarmu sedang sibuk apa dirimu hanya saja aku ragu untuk menanyakan itu sebab aku tak mau dianggap mengganggu awal mula aku mengira ini rasa kagum yang aku punya semenjak jumpa pertama melihatmu tersenyum manja bibir merekah, pipi memerah kadang dua bola matamu hampir tertutup saat kau riang tertawa andai di analogikan bunga jadi pilihan tepat dalam menggambarkan dirimu kala tersenyum rasa ingin memetik, tangan enggan menggapai, mungkin belum saatnya aku mau kala kau ku petik, sudah ada pupuk serta vas bunga untukmu sehingga bisa setiap hari aku sirami dan aku pandangi aku tidak mungkin dusta ini tentu nyata memang dirimu bagus rupa wahai tuan putri penyerupa bunga yang cantik jelita

kapan merdeka?

Sedih ketika masih ada mereka Yang belum merasakan kemerdekaan Bertebaran pengangguran Masih banyak kejahatan Kemiskinan masih merajalela Ulah dari mereka yang punya kuasa Tak menengok kepada rakyat susah Hanya nikmati bahagia sendiri Apa ini tandanya Negara sudah merdeka? Yang katanya sejahtera  Tapi omong kosong belaka Mari bersama benahi Kekacauan dalam bumi pertiwi Yang nantinya merusaki Generasi negeri ini

Tahu tak ingin tahu

Hening malam Memanjakan ingatan Memberi kesan yang berarti pesan Penuh makna dibalik setiap cerita Isyarat begitu erat Membalut setiap kelut Menghiasi relung hati Tak henti mengisi tiap gerak dalam hari Kini kabar itu datang Meleburkan segala harapan Hancurkan secercah impian Menusuk hingga ke tulang rusak

Nuansa Nelangsa

Hampir tiap sore kau duduk dibelakangku Berkeliling menikmati hiruk pikuk kota Melihat bagaimana matahari menyelesaikan tugasnya Sambil menyambut bulan yang mulai memancarkan sinarnya Gemerlap lampu jalan menjadi teman Mengiringi perjalanan, entah kemana arah tujuan Tak peduli dengan waktu Hingga rasa lapar mulai menganggu Selalu ada canda yang melahirkan tawa Membuat riang suasana seolah diberi nada Namun kala itu bukanlah kini Hanya sekedar cerita dulu Yang ternilai indah di masalalu

Plin plan

Hih Ku kira, kau tidak kembali Setelah kemarin kokoh sekali niat ingin pergi Sampai semua sudah disiapkan Dari apa yang ingin kau bawa Pergi dengan siapa Hendak kemana perginya Itu kau lakukan tanpa aku tau Aku tak pernah tau Jika tetangga sebelah tidak bicara Hampir tiap malam, dari dalam rumah terdengar suara bising Sampai rasa penasaran ku timbul Ada apa di dalam ruangan yang selama ini kau sebut gudang Akhirnya aku tau Di dalamnya, semua bisa ku lihat Ada koper, juga ada peta Rasa penasaran yang begitu kuat Tidak lantas membuatku cukup melihat begitu saja Segera ku buka semuanya Ternyata Segala kebutuhan perlengkapan sudah siap Gambar peta sungguh bagus, rapih, dan tentu jelas arah tujuannya Aku marah Kecewe Hingga merasa gagal Mengapa bisa kau ingin pergi tanpa memberi kabar Ya sudah Aku tidak mau menghalangi rasa ketidaknyamanan yang timbul Akhirnya kau pergi Aku mengira Mungkin meninggalkan rumah adalah langkah awal kau men...

Lalai

Kamu datang Lalu hinggap Menetap Dan mengembangkan sayap Awalnya Banyak yang bilang Kamu tidak berbahaya Kamu tidak banyak merenggut nyawa Sampai semua orang tidak waspada Bahkan terkesan biasa saja Lambat laun Berbagai berita menggema Mengatakan bahwa kamu sangat berbahaya Tak sedikit kamu menghilangkan nyawa Dunia gempar Makin hari kehadiranmu makin tidak di inginkan Namun justru kau semakin bertebaran Kini Semua orang menginginkan kamu pergi Menyelesaikan segala urusanmu Seraya berharap, tidak ada lagi hasrat dirimu tuk kembali Semua akan sangat berterima kasih Jika kamu mendengar keresahan yang terjadi Lalu segera pergi Hadirmu banyak mengingatkan Kalau yang mudah tidak untuk disepelekan Pun telah mengajarkan, untuk lebih dekat dengan Tuhan

Bukan Salah Keadaan

Malam itu mereka bertemu Bertatapan, lalu saling berjabat tangan Memberi tanda sebuah perkenalan Dan memulai cerita perjalanan Angin yang bertiup kencang Membuat daun saling bertebaran Begitu pula bulan, yang kian redup Tertutup awan, tanda hujan kan datang Jarum jam tak henti berputar Mengiringi panjangnya percakapan Berbicara dengan banyak kata Sampai mengundang berbagai makna Suasana kian sepi, sampai akhirnya mereka merasa tinggal sendiri Petugas kedai menghampiri, memberi informasi toko tutup sebentar lagi Tak mungkin melawan waktu, mereka memutuskan untuk tidak saling mengganggu Awal berfikir ini adalah gerbang indahnya cerita Namun apa mau dikata, itu sekedar hayalan semata Alih alih menyalahkan keadaan Padahal memang jelas tidak di inginkan Lalu semua semakin kuat Setelah kebohongan perlahan terkuak

Kemarin, sekarang, lalu esok

Kemarin masih sempat kita bertemu Bercengkrama hingga surya tenggelam Mengelilingi kota bersama motor tua Ditemani gemerlap lampu gedung nan indah Tanganmu erat memeluk diriku Bicara tentang bagaimana awal kita jumpa Sampai hari itu kita masih bersama Menjaga utuhnya rasa sambil menyusun banyak rencana Dan kini semua sirna Hanya meninggalkan cerita Yang mungkin tak mudah dilupa Begitu cepat waktu datang Melenyapkan segala keinginan Meleburkan semua harapan Hanya menyimpan kenangan Dari impian yang sekedar khayalan

Cepat bukan berarti tergesah-gesah

Dari kejauhan Pancarannya sudah menyilaukan Membuat penasaran bagaimana bentuknya Sampai sampai harus menghampiri Ketika jarak semakin dekat Rasanya ingin segera mencoba memiliki Hanya saja terfikir Tentu itu bukan hal mudah Kini sudah persis didepan mata Sungguh bukan main indahnya Mulai dari bentuknya, warnanya mampu menyihir penglihatan Tinggal dicaritahu bagaimana kualitasnya Memandang bentuk dan warnanya boleh saja Tidak ada larangan, tidak pula harus bayar Tentu sebuah kewajaran Tapi jelas tidak cukup sampai disitu Untuk dijadikan hak milik pasti ada biaya yang harus dikeluarkan Sebagai syarat mutlak Lalu karna sungguh memikat Sedikit pun tak masalah kalau harus merogoh kocek dalam dalam Sebelum menyiapkan mahar yang siap dibayarkan, ternyata dibolehkan untuk mencoba terlebih dahulu Tidak dipungut biaya apa pun Jarang sekali seperti ini terjadi Biasanya, merusak saja berarti membeli Ini justru dipersiapkan mencoba Yang pasti ini tidak boleh di sia ...

Jangan terlalu berani

Selamat, Ya, tentu, satu kata yang memang harus diutarakan Sesuatu akan terjadi, momen sakral, penting, juga berkesan segera tersaji Tapi, mengapa masih bisa dibuat sebercanda itu ya Rasanya bukan harus tertawa karna ada hal lucu Malah menimbulkan pertanyaan besar Seriuskah? Lalu seberapa siap? Sebetulnya penting untuk diberikan tepuk tangan gemuruh Seolah seperti simba si pelaut, begitu berani mengambil keputusan Dan selalu siap dengan situasi cuaca yang tak menentu Namun, menjadi seorang pelaut tentu tidak mudah Bukan hanya mampu mengendalikan kapal dari terpaan ombak Tidak sekedar bertindak ketika datang perompak Melainkan tetap waspada ditengah air yang tenang

Manusia

Aku pernah mendengar istilah kalimat manusiakanlah manusia Lalu, dengan rendahnya pengolahan tafsir dikepalaku membuat kalimat ini seolah hanya sebagai Cambuk bagi mereka yang membiarkan oranglain kelaparan Tapi, apa aku salah dengan tafsirku? mungkin bisa iya, bisa pula tidak Untung saja aku masih memiliki rasa keingintahuan yang tinggi Hingga aku tak mudah berhenti hanya dengan satu pandanganku saja Aku tidak ingin menutup mata dan telingaku ketika ada tafsir serta pendapat dari berbagai manusia Selain diriku Setelahku cermati, ternyata begitu luas makna kalimat itu Namun, lagi-lagi, keluasan yang ku katakan disini adalah berangkat dari hasil subjektifku Dengan upaya mewujudkan keingintahuan yang begitu menggelora dalam batinku Dalam pandanganku yang sudah sedikit meluas soal pemaknaan sebuah kalimat memanusiakan manusia, Bukan sekedar tidak mengdiamkan oranglain kelaparan Lebih jelasnya adalah bagaimana manusia mampu saling menghargai dengan manusia lainnya Ya, mengh...

Labirin

Hari yang panjang Cukup melelahkan Menguras banyak tenaga dan juga fikiran Menjadi ujian seberapa kokoh tulang ini dalam menopang Sebetulnya, bukan soal hari ini saja Tapi hampir tiap waktu rasanya diri ini berkeringat Padahal, hamper tiap hari pula Diri ini berada dalam ruangan yang jarang tersorot langsung paparan sinar matahari Namun, tetap saja belakang tubuh terasa basah Sampai akhirnya, isi kepala ini berpacu mencari sebab dari apa yang membuat tubuhku seolah menolak hawa dingin yang timbul dalam hari hariku Ku temukan, jika keringat yang mengucur tak melulu disebabkan oleh kelelahan fisik semata, melainkan gejolak perasaan dan juga beban dikepala yang menjadi langganan untuk selalu dipikirkan Rumit, ya Sulit, ya Tak mudah mencari solusi dengan sekian banyak persoalan yang ada Seolah berada dalam labirin yang entah dimana ujung pintu keluarnya

Dia yang Hidup

Kemarin dirinya baik-baik saja Selalu ada senyum dibibirnya Terlihat jelas kerut dipinggir mata Hampir-hampir matanya tertutup saking girangnya dia tertawa Aku berani utarakan ini sebab dengan jelas aku dapat melihat semuanya Tak nampak kesedihan Jangankan basah, lembab pun tidak Pipinya begitu halus, tak ada bercak sisa airmata yang mengering Enak sekali untuk diusap, lembut Rasanya sulit bosan mencubit kecil pipinya Hidungnya pun terlihat mengecil Terhimpit oleh kedua pipi yang begitu gembul Sedikit naik saat tertawa Lekuk bibirnya juga terbentuk sempurna, seperti gambar yang pernah ku buat dikertas kosong kala itu Kadang aku kesal melihatnya tertawa Itu karena jemari yang suka menutup mulutnya saat tertawa Padahal, sengaja ku buat nya tertawa sebab ingin ku lihat raut wajah serta perabotan mungilnya saat dirinya bahagia lepas Hanya saja, sekarang, aku dengar kabar bahwa dirinya sedang tidak baik baik saja Iya, katanya, saat ini hampir tiap malam pipinya basah ...

Senja dan makna

Senja Banyak yang suka dengannya Ya, termasuk aku Sering kali menunggu datangnya Mengapa banyak orang menyukainya? Indah? Cantik? Sebegitu istimewa kah senja? Sampai selalu dinanti kehadirannya Awalnya, aku menyukai senja dengan alasan yang sudah kujadikan pertanyaan di atas Apakah kalian juga demikian? Aku rasa tentu Tapi, semakin lama aku terus menggali, apa yang menjadikan senja itu istimewa sampai tak sedikit orang sering membicarakannya Akhirnya, aku menemukan makna yang aku sendiri baru menyadari Bukan indah dan cantiknya senja yang membuat aku jatuh hati dengannya Lalu apa? Tetapi caranya Senja mengajarkanku bagaimana terus memberikan senyum meski saat itu sudah habis waktunya untuk menemani Semua terbius dan terhanyut Padahal, tentu kita tahu bahwa senja adalah waktu dimana matahari meredup sinarnya Menyudahi tugasnya Sampai dirinya tenggelam lalu menghilang Dalam prosesnya, kesan yang diberikannya selalu manis Sampai membuat manusia lupa bahwa itu ...

Kopi tak Sepahit Coklat

Menjadi seorang lelaki haruslah pandai dalam memilih Cakap menentukan langkah, arah, juga tujuan Dan yang paling penting, berani mengakui sebuah kesalahan Ya, sekarang aku mencoba menjadi lelaki Sadarku kini sudah melakukan banyak kesalahan Kesalahan ini membuatku mengerti untuk tidak menyentuh, bahkan sampai mengambil sesuatu yang memang menjadikan aku terlena Aku tau, aku pahan, aku ini suka kopi Kopi mampu membangkitkan imajinasiku Mengundang kreatifitasku Sering pula memancing inspirasiku Sesekali juga kopi bisa menenangkanku saat aku sedang dalam kondisi yang tak karuan Kafein kopi melebur bersama otak kananku sehingga dapat menuai berbagi reaksi di blogku ini Namun entah mengapa, seketika aku terbuai dengan kilauan coklat yang persis aku lihat didepan mataku Bentuknya sungguh menggoda, kemasannya yang begitu indah, sampai membiusku untuk segera tau bagaimana rasa dan nikmatnya ketika aku berhasil mengunyahnya Terngiang selalu potensi rasa yang dimiliki coklat ...