Plin plan


Hih
Ku kira, kau tidak kembali
Setelah kemarin kokoh sekali niat ingin pergi
Sampai semua sudah disiapkan

Dari apa yang ingin kau bawa
Pergi dengan siapa
Hendak kemana perginya
Itu kau lakukan tanpa aku tau

Aku tak pernah tau
Jika tetangga sebelah tidak bicara
Hampir tiap malam, dari dalam rumah terdengar suara bising
Sampai rasa penasaran ku timbul
Ada apa di dalam ruangan yang selama ini kau sebut gudang

Akhirnya aku tau
Di dalamnya, semua bisa ku lihat
Ada koper, juga ada peta
Rasa penasaran yang begitu kuat
Tidak lantas membuatku cukup melihat begitu saja
Segera ku buka semuanya

Ternyata
Segala kebutuhan perlengkapan sudah siap
Gambar peta sungguh bagus, rapih, dan tentu jelas arah tujuannya

Aku marah
Kecewe
Hingga merasa gagal
Mengapa bisa kau ingin pergi tanpa memberi kabar

Ya sudah
Aku tidak mau menghalangi rasa ketidaknyamanan yang timbul
Akhirnya kau pergi

Aku mengira
Mungkin meninggalkan rumah adalah langkah awal kau menuai kebahagiaan
Tapi aku salah
Mengapa?
Karna kau hadir kembali disini

Kau berucap
kau rindu suasana rumah
Sampai bercerita apa saja yang pernah kita lakukan di rumah ini
Apa aja yang kita rencanakan di rumah ini
Kebiasaan apa saja yang ada di rumah ini

Bingung aku rasakan
Aku berfikir keras, mengapa tiba tiba begini
Tanpa sengaja, aku melihat ada bercak di kedua pipi
Tanda mengalirnya airmata

Benar saja
Tempat paling nyaman untuk berlindung
Ketika kau merasa tersakiti ya disini, dirumah ini
Rumah yang pernah kau tinggalkan

Tapi aku tidak banyak berharap
Saat ini kau datang dan aku sambut
Mungkin kau hanya perlu tempat istirahat, bukan menetap
Jadi, jika nanti pergi lagi,
Maaf,
Aku sudah tak peduli

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pilihan

Tahu tak ingin tahu

Yakin