Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2020

Manusia

Aku pernah mendengar istilah kalimat manusiakanlah manusia Lalu, dengan rendahnya pengolahan tafsir dikepalaku membuat kalimat ini seolah hanya sebagai Cambuk bagi mereka yang membiarkan oranglain kelaparan Tapi, apa aku salah dengan tafsirku? mungkin bisa iya, bisa pula tidak Untung saja aku masih memiliki rasa keingintahuan yang tinggi Hingga aku tak mudah berhenti hanya dengan satu pandanganku saja Aku tidak ingin menutup mata dan telingaku ketika ada tafsir serta pendapat dari berbagai manusia Selain diriku Setelahku cermati, ternyata begitu luas makna kalimat itu Namun, lagi-lagi, keluasan yang ku katakan disini adalah berangkat dari hasil subjektifku Dengan upaya mewujudkan keingintahuan yang begitu menggelora dalam batinku Dalam pandanganku yang sudah sedikit meluas soal pemaknaan sebuah kalimat memanusiakan manusia, Bukan sekedar tidak mengdiamkan oranglain kelaparan Lebih jelasnya adalah bagaimana manusia mampu saling menghargai dengan manusia lainnya Ya, mengh...

Labirin

Hari yang panjang Cukup melelahkan Menguras banyak tenaga dan juga fikiran Menjadi ujian seberapa kokoh tulang ini dalam menopang Sebetulnya, bukan soal hari ini saja Tapi hampir tiap waktu rasanya diri ini berkeringat Padahal, hamper tiap hari pula Diri ini berada dalam ruangan yang jarang tersorot langsung paparan sinar matahari Namun, tetap saja belakang tubuh terasa basah Sampai akhirnya, isi kepala ini berpacu mencari sebab dari apa yang membuat tubuhku seolah menolak hawa dingin yang timbul dalam hari hariku Ku temukan, jika keringat yang mengucur tak melulu disebabkan oleh kelelahan fisik semata, melainkan gejolak perasaan dan juga beban dikepala yang menjadi langganan untuk selalu dipikirkan Rumit, ya Sulit, ya Tak mudah mencari solusi dengan sekian banyak persoalan yang ada Seolah berada dalam labirin yang entah dimana ujung pintu keluarnya

Dia yang Hidup

Kemarin dirinya baik-baik saja Selalu ada senyum dibibirnya Terlihat jelas kerut dipinggir mata Hampir-hampir matanya tertutup saking girangnya dia tertawa Aku berani utarakan ini sebab dengan jelas aku dapat melihat semuanya Tak nampak kesedihan Jangankan basah, lembab pun tidak Pipinya begitu halus, tak ada bercak sisa airmata yang mengering Enak sekali untuk diusap, lembut Rasanya sulit bosan mencubit kecil pipinya Hidungnya pun terlihat mengecil Terhimpit oleh kedua pipi yang begitu gembul Sedikit naik saat tertawa Lekuk bibirnya juga terbentuk sempurna, seperti gambar yang pernah ku buat dikertas kosong kala itu Kadang aku kesal melihatnya tertawa Itu karena jemari yang suka menutup mulutnya saat tertawa Padahal, sengaja ku buat nya tertawa sebab ingin ku lihat raut wajah serta perabotan mungilnya saat dirinya bahagia lepas Hanya saja, sekarang, aku dengar kabar bahwa dirinya sedang tidak baik baik saja Iya, katanya, saat ini hampir tiap malam pipinya basah ...

Senja dan makna

Senja Banyak yang suka dengannya Ya, termasuk aku Sering kali menunggu datangnya Mengapa banyak orang menyukainya? Indah? Cantik? Sebegitu istimewa kah senja? Sampai selalu dinanti kehadirannya Awalnya, aku menyukai senja dengan alasan yang sudah kujadikan pertanyaan di atas Apakah kalian juga demikian? Aku rasa tentu Tapi, semakin lama aku terus menggali, apa yang menjadikan senja itu istimewa sampai tak sedikit orang sering membicarakannya Akhirnya, aku menemukan makna yang aku sendiri baru menyadari Bukan indah dan cantiknya senja yang membuat aku jatuh hati dengannya Lalu apa? Tetapi caranya Senja mengajarkanku bagaimana terus memberikan senyum meski saat itu sudah habis waktunya untuk menemani Semua terbius dan terhanyut Padahal, tentu kita tahu bahwa senja adalah waktu dimana matahari meredup sinarnya Menyudahi tugasnya Sampai dirinya tenggelam lalu menghilang Dalam prosesnya, kesan yang diberikannya selalu manis Sampai membuat manusia lupa bahwa itu ...

Kopi tak Sepahit Coklat

Menjadi seorang lelaki haruslah pandai dalam memilih Cakap menentukan langkah, arah, juga tujuan Dan yang paling penting, berani mengakui sebuah kesalahan Ya, sekarang aku mencoba menjadi lelaki Sadarku kini sudah melakukan banyak kesalahan Kesalahan ini membuatku mengerti untuk tidak menyentuh, bahkan sampai mengambil sesuatu yang memang menjadikan aku terlena Aku tau, aku pahan, aku ini suka kopi Kopi mampu membangkitkan imajinasiku Mengundang kreatifitasku Sering pula memancing inspirasiku Sesekali juga kopi bisa menenangkanku saat aku sedang dalam kondisi yang tak karuan Kafein kopi melebur bersama otak kananku sehingga dapat menuai berbagi reaksi di blogku ini Namun entah mengapa, seketika aku terbuai dengan kilauan coklat yang persis aku lihat didepan mataku Bentuknya sungguh menggoda, kemasannya yang begitu indah, sampai membiusku untuk segera tau bagaimana rasa dan nikmatnya ketika aku berhasil mengunyahnya Terngiang selalu potensi rasa yang dimiliki coklat ...