Manusia

Aku pernah mendengar istilah kalimat manusiakanlah manusia
Lalu, dengan rendahnya pengolahan tafsir dikepalaku membuat kalimat ini seolah hanya sebagai Cambuk bagi mereka yang membiarkan oranglain kelaparan
Tapi, apa aku salah dengan tafsirku? mungkin bisa iya, bisa pula tidak

Untung saja aku masih memiliki rasa keingintahuan yang tinggi
Hingga aku tak mudah berhenti hanya dengan satu pandanganku saja
Aku tidak ingin menutup mata dan telingaku ketika ada tafsir serta pendapat dari berbagai manusia Selain diriku

Setelahku cermati, ternyata begitu luas makna kalimat itu
Namun, lagi-lagi, keluasan yang ku katakan disini adalah berangkat dari hasil subjektifku
Dengan upaya mewujudkan keingintahuan yang begitu menggelora dalam batinku

Dalam pandanganku yang sudah sedikit meluas soal pemaknaan sebuah kalimat memanusiakan manusia,
Bukan sekedar tidak mengdiamkan oranglain kelaparan
Lebih jelasnya adalah bagaimana manusia mampu saling menghargai dengan manusia lainnya

Ya, menghargai
Mendengar kata ini mungkin, lagi-lagi tentu banyak makna yang timbul
Bagi diriku, tak ada yang salah dengan makna ketika seseorang melihat sesuatu
Mengapa aku katakan demikian? jawabanku, bukankah perbedaan itu indah? tentu

Cara manusia memanusiakan manusia tentu beragam macamnya
Hanya saja, benakku mengatakan jika memang benar adanya bahwa banyak manusia yang belum bisa memanusiakan manusia
Aku berani katakan ini karna aku merasa aku sendiri pun belum mampu untuk memanusiakan manusia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pilihan

Tahu tak ingin tahu

Yakin