Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Bahagialah

Tiap waktu aku merasa bahagia Kesenangan selalu menghampiriku Seperti tak ada habisnya aku tertawa Seakan tak mengenal sedih yang menimbulkan airmata Hari ini aku sadar Senang, bahagia, dan tertawanya aku, belum tentu menjadi rasa yang sama baginya Justru, kebahagianku menjadi pembatas bagi dirinya Kesenangkanku mengundang petaka untuknya Mencegah kebahagiaan yang diharapkannya Menutup ruang bagi dirinya untuk tertawa Hingga akhirnya mengajarkan dia terus lupa, bahwa ada aku yang ingin bahagia bersamanya Sekarang, aku akan coba menjadi dirinya Terus berusaha tersenyum Membiarkan dirinya tertawa Sampai tak ada lagi batasan baginya untuk bahagia

Imitasi

Seperti kontestasi Aku diberikan peluang untuk menjadi seorang pemenang Terus dibekali taji juga mimpi yang seolah tidak sulit untuk ku dapati Ku kira jalanku tak sulit, tak banyak halang lintang Karna sebegitu hebat tiap semangat yang dikucurkan, Seakan akulah yang keluar menjadi juara Sampai mampu membakar emosi dalam jiwa Tetapi, Tiba-tiba aku berfikir, kalau memang sudah aku yang layak dan pantas menjadi juara, Memangnya siapa lawanku? Lantas mengapa aku perlu berada dalam kompetisi ini? Bukankah kalau memang aku yang diinginkan, tak perlu rasanya mencari sebuah tandingan? Sungguh membuatku penasaran Ternayata, benar saja Aku tidak boleh senang apalagi bangga Karna bukan aku yang sudah dipastikan juara Melainkan itu hanya caranya agar aku tetap ada dan tidak pergi kemana-mana Namun, Mengapa demikian? Coba terus ku telusuri Akhirnya aku menemukan fakta yang membuatku tau Ada yang akan dipilih dan akan ada yang tereliminasi Huft, ...

Salah Aku, Kamu, atau Waktu?

Bertemu Tidak ada manusia yang mampu memastikan dengan siapa dirinya akan bertemu Kapan akan bertemu Lalu dimanakah tempatnya akan bertemu Dan, memang sengaja diinginkan atau tidak pertemuan itu Mereka pun tak tahu, seberapa lama pertemuan itu akan berlangsung Setiap pertemuan, tentu akan menghasilkan sebuah keputusan Keputusan ini dapat menentukan, akan kah ada pertemuan lanjutan atau cukup berhenti sampai disitu Kita Iya, antara kamu dan aku Sedikit pun tak pernah tau akan bertemu Siapa dirimu, kapan kita bertemu, dimana, dan jelas tidak sengaja ketika ini menjadi pertemuan pertama Kita juga tak menyangka berapa lama waktu yang akan kita butuhkan dalam pertemuan kali ini Dan, bagaimana setelah pertemuan itu Kita tidak bisa memastikan apakah ini menjad awal pertemuan Atau memang hanya saat ini kita dapat bertemu Waktu Ternyata, aku dan kamu punya banyak waktu untuk pertemuan itu Saling menyempatkan walau dihadapkan dengan jadwal yang tak lo...

Tulisan untuk Mas Kumis

Sosokmu tentu tak asing ditelinga penggila sepakbola tanahair Berseragam merahputih, dengan lambang garuda didada sejak usia belia, bukanlah hal yang mudah Tak heran banyak golongan menjadikanmu sosok idola Segudang prestasi telah kau raih Namun tetap tak menjadikan dirimu tinggihati Kau tetap menjunjung tinggi sikap rendahhati Itu sudah kau buktikan dan dapat dilihat dengan mata, didengar dengan telinga Tiap namamu disebut sebelum laga mulai, penonton bersorak Kau berdiri dipinggir lapangan sambil bersiap, penonton semakin riuh, Hingga pada saat kau pijakan kakimu diatas lapangan, sontak gemuruh tepuktangan seraya menyebut namamu menjadi satu Dimanapun dan siapapun lawan yang kau hadapi Bukan hanya dikalangan supporter Bahkan dirimu menjadi idola diantara teman seprofesi Terlebih bagi pemain muda masa depan yang dimiliki bangsa ini Berada diposisimu tentu siapapun mau Banyak uang, punya nama besar, dan tak henti tawaran datang Tapi tak nampak kesombonganmu Kau tak...

Sumber Kehidupan

Hadirmu hampir mengisi seluruh ragaku Dalam situasi dan kondisi seperti apa pun, aku selalu membutuhkanmu Dirimu mampu memenuhi seluruh kehidupanku, juga orang-orang sekitarmu Adanya kamu memberikan kesejukkan untukku Menyegarkan setiap hela nafasku Selalu berhasil menenangkanku Mampu meredam amarahku Ketika dirimu hilang, aku bimbang Segera ku mencarimu Meski terkadang tak mudah bagi diriku untuk menemukanmu Aku bisa berkata seperti ini karna ini sudah kurasakan sendiri Aku pernah kehilanganmu Entah kemana dirimu pergi Sedikitpun tak kau beritahu dimana keberadaanmu Aku sedih, bahkan sampai menitihkan airmata yang tak biasa ku lakukan Kehilangmu seperti mempercepat aku hilang dari kehidupan ini

Angkat Senjata

Aku seperti menembus dimensi ruang dan waktu Hingga tiba dititik, dimana aku merasakan sensasi peperangan yang mengajarkan aku bagaimana cara bertahan lalu menyerang Sebagai prajurit, aku memegang senjata yang tidak begitu canggih Aku hanya memegang sebuah pistol dengan ukuran jarak tembak yang tak jauh Tentu berbanding terbalik dengan lawan yang ku hadapi Tapi aku tak risau akan hal itu, meski harus berlumuran darah, tetap aku hadapi Baru tiba aku di medan tempur, genjatan senjata sudah langsung dimulai Dengan raut wajah garang, seakan singa yang sedang kelaparan ditengah hutan Menatapku tajam seraya maju perlahan, tampak akan menyerangku secara membabibuta Diriku bak daging segar yang siap santap, habislah aku menjadi bulan bulanan Material peluru berhamburan Dentuman pun begitu keras terdengar Segala penjuru sangat siap menghabisiku Aku hanya terpaku merunduk berhati-hati agar aku tidak mati sia sia dalam perjuanganku Aku terdiam bukan berarti aku takut Melainkan b...

Awal

Aku seperti kembali berseragam Layaknya memasuki awal semester Aku melihat sebuah bangunan yang indah, teduh, sejuk Mampu tenangkan hati Hingga akhirnya menarik aku untuk mengenyam pendidikkan di dalamnya Permulaan, aku coba mencari tahu apa saja yang dimiliki sekolah ini Mulai dari bangunannya, lalu bagaimana isinya Hanya sepintas, responku sigap Lantas aku mendaftarkan diri sebagai salah satu siswa yang ingin belajar di sekolah ini Seperti anak sekolah pada umumnya Tentu harus sabar pula ku menunggu bagaimana hasil dari pendaftaranku Dalam menunggu hasil, bak sedang mengunyah rujak, rasanya campur aduk Hanya saja, coba ku tenangkan hati dan pikiran ini seraya bermunajat agar do'aku didengar serta kemauanku terkabul Barang satu pekan berlalu Tiba dimana aku harus siap dengan segala hasil Aku tak menduga akan seperti ini jadinya Aku harus rela menitihkan airmata dihari yang aku tunggu Namaku tak tertera dalam goresan tinta di kertas Melainkan terucap melalui...

Sebuah Episode Baru

Rasanya seperti mimpi Tapi mimpi belum tentu seindah ini Tidak pernah berkhayal sebelumnya akan jadi begini Namun akhirnya menjadi cerita seperti ini Dipertemukan tanpa mengenal satu sama lain Berjumpa secara tak sengaja Mengenal bukan karna direncana Tapi mungkin ini memang sudah takdirNya Dua anak manusia, berbeda fungsi dan peranannya Yang satu, datang dari sebuah ruang tertutup penuh keramaian serta keceriaan Yang satu lagi, muncul dari sebuah ruang terbuka dengan segala kekusutan dan kesemrawutan Namun, cita - citanya sama, ingin saling mengenal meski berbeda Perbedaan yang dianggap rumit Hadir dari ruang tertutup dengan kesan kelembutan Bersanding dengan kasarnya ruang terbuka Tapi dua hal itu sungguh menantang Menimbulkan kekuatan rasa besar Rasa yang dianggap perlu demi memantapkan pengenalan diantaranya

Separuh tengokan

Awan gelap, hujan deras Di iringi gemuruh petir serasa menyambar tiap sudut kota Angin terus goyahkan pohon hingga daun jatuh berguguran Suasana begitu mencekam Berdiri sendiri ditengah hutan Tidak seorang pun menemani Hanya teriakan hewan Dan terdengar langkah kaki menggerus daun kering di atas tanah Suasana begitu mencekam Namun, suasana seperti itu tidak semencekam malam ini Malam begitu larut Mencambukku Menamparku Menyadarkanku Bahwa kamu belum menjadi manusia seutuhnya

Yakin

Bukan dirinya tidak sopan Ini hanya sebuah cara yang dia fikir baik Tapi jika memang ini salah, tolong maafkan dia Dia hanya ingin terus melihat kalian bahagia dengan caranya Beri dia kesempatan untuk berucap Menjelaskan dengan segala maksud yang dia punya Jangan biarkan dia diam Karna sebuah kesalahpahaman tidak akan selesai bila didiamkan Kasihan pula dirinya Baru saja menanam bibit Menuangkan segelas air Demi melihat tumbuhnya tanaman itu Belum sampai tanaman itu tumbuh besar dan subur Batang kecilnya sudah lenyap dicabut Karna dianggap tidak akan bermanfaat Tapi, dirinya bukan pengecut yang mudah menyerah Dirinya tetap menegakkan kepala dengan pandangan penuh keyakinan Bila tiba waktunya nanti, dirinya akan menghampiri mereka Mengatakan jika tanaman ini tetap akan tumbuh, dan abadi

Harus Tau Arah

Kesempatan untuk hidup hanya sekali Dalam hidup, banyak drama tercipta Berbagai episode pun muncul, Mulai dari bahagia dengan tawa serta senyum bahagia, Sampai ada yang meneteskan airmata akibat duka dan luka Kita tidak bisa menentukan, bahkan menerka apa yang akan terjadi pun sulit Pembentukan karakter yang katanya dipengaruhi oleh faktor keturunan juga tidak menjamin seperti apa sifat dan sikap ini Sewaktu-waktu, selalu akan ada perubahan, disengaja atau pun tanpa disengaja Segala bentuk perubahan, bukan sebuah takdir yang tidak mampu di ubah Tidak ada orang yang mau ditakdirkan menjadi seorang penjahat Diri orang itu yang harus mampu menahkodai kemana dirinya akan berlayar, menuju sebuah pulau dengan berbagai kebaikan atau terombang-ambing dilaut lepas dan tidak mampu menentukan kemana kapal akan disandarkan 

Proses

Pagi ini, Dia hadir,  Tak tau apa apa  Tak juga mengenal siapa siapa  Tapi, dia mampu hadirkan segalanya  Canda, tawa, suka, bahagia  Saat siang datang,  Dia belajar Belajar mengenal siapa dirinya  Hal apa yang diembannya  Siapa yang layak di kenalinya  Ketika matahari tenggelam,  Dia tau dirinya siapa  Tugas apa yang harus diselesaikannya  Sampai pada nantinya, ada orang yang butuh dirinya untuk hidup berdampingan dengannya  Menuju esok,  Di hampirinya oleh sesosok anak manusia yang dianggap sebagai pelengkap hidupnya  

Bingung

Seperti berada di atas perahu,  Aku terombang ambing entah kemana  Aku tak bisa menentukan arah dimana tempatku kan berlabuh  Lautan menarik ku kesana kemari, namun tak kunjung sampai aku di tepian  Angin pun seolah mengajak ku berputar  Aku bingung,  Di ujung utara, dapat ku lihat hamparan pasir putih mencolok terpapar oleh sinar mentari Ku tengok arah selatan, disana nampak rimbun pohon hijau menjunjung tinggi Keduanya membius mataku, menarik perhatian ku  Aku yakin ini bukan fatamorgana,  Melainkan hal yang nyata  Tinggal bagaimana aku mampu menahkodai hati kecil ku kemana ku berlabu  Munajat ku panjatkan, mukjizat ku harapkan Tuhan, tunjukkan arah terbaik untuk ku, makhluk-Mu yang lemah, yang belum tau arah