Imitasi


Seperti kontestasi
Aku diberikan peluang untuk menjadi seorang pemenang
Terus dibekali taji juga mimpi yang seolah tidak sulit untuk ku dapati
Ku kira jalanku tak sulit, tak banyak halang lintang
Karna sebegitu hebat tiap semangat yang dikucurkan, Seakan akulah yang keluar menjadi juara
Sampai mampu membakar emosi dalam jiwa

Tetapi,
Tiba-tiba aku berfikir, kalau memang sudah aku yang layak dan pantas menjadi juara,
Memangnya siapa lawanku? Lantas mengapa aku perlu berada dalam kompetisi ini?
Bukankah kalau memang aku yang diinginkan, tak perlu rasanya mencari sebuah tandingan?
Sungguh membuatku penasaran

Ternayata, benar saja
Aku tidak boleh senang apalagi bangga
Karna bukan aku yang sudah dipastikan juara
Melainkan itu hanya caranya agar aku tetap ada dan tidak pergi kemana-mana

Namun,
Mengapa demikian?
Coba terus ku telusuri
Akhirnya aku menemukan fakta yang membuatku tau
Ada yang akan dipilih dan akan ada yang tereliminasi


Huft, mohon maaf saja
Aku bukan seorang kompetitor, bukan pula seorang kontestan
Jadi jangan bawa aku kedalam sebuah perlombaan
Seolah akan memberikan aku sebuah berlian

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pilihan

Menjelang Fajar

Yakin